Media sosial dihebohkan dengan beredarnya surat edaran Tim Penggerak PKK Kota Salatiga. Surat bernomor 504/Skr/PKK Kota/XII/2021 berisi imbauan tentang cara berpakaian bagi jemaah wanita pengajian Smart PKK.

Ada 3 poin berisi imbauan tentang cara berpakaian dan cara berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Surat edaran tersebut juga mengutip Surat Al Ahzab ayat 59, begini isinya:

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Sedangkan poin imbauan dalam surat itu: pertama, mengimbau agar seluruh muslimah apabila di dalam rumah mengenakan pakaian sopan. Kedua, adanya pemisahan kamar antara laki-laki dan perempuan (kecuali suami-istri).

Poin terakhir, apabila keluar rumah diharapkan berpakaian yang menutup aurat (memakai pakaian tertutup dan berjilbab).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga Titik Kirnaningsih mengatakan, surat edaran itu bertujuan untuk mencegah adanya pelecehan terhadap wanita.

Titik menyebut, berdasarkan dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), kasus kekerasan terhadap anak dan wanita di Kota Salatiga mengalami peningkatan.

Pada 2020 tercatat ada 9 anak dan 9 perempuan yang mengalami kekerasan dan tahun 2021, 13 anak dan 10 perempuan yang mengalami kekerasan.

“Dan mirisnya perempuan yang mengalami kekerasan. Dan kebanyakan pelaku kekerasan tersebut adalah orang-orang terdekat dari korban,” ujar Titik, Selasa (21/12).

Pihaknya, juga kerap menerima aduan tentang adanya pemerkosaan yang dilakukan oleh orang terdekat mereka sendiri. Sebagai contoh, kasus rudapaksa yang dilakukan oleh seorang kakek terhadap cucu kandungnya.

“Tahun lalu ada cucu yang menjadi korban dengan pelaku kakeknya saat ibunya menjalani perawatan di rumah sakit, tahun ini juga ada anak yang dirudapaksa ayahnya, tentu ini menimbulkan keprihatinan sehingga kami mengeluarkan surat tersebut,” ucap dia.

Ia menegaskan, kutipan surat dalam Al Quran itu bukan sesuatu yang aneh. Sebab surat itu memang ditujukan kepada jemaah pengajian yang berjumlah 600 orang.

“PKK kan anggotanya perempuan dan itu jemaah pengajian, jadi memang surat internal untuk anggota,” imbuh dia.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menambahkan, surat edaran tersebut dibuat untuk melindungi perempuan dan anak.

“Kita juga membuka ruang pengaduan jika ada kasus kekerasan masyarakat bisa melapor ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Salatiga untuk pendampingan,” kata Yuliyanto. [Red]

 

Sumber: Kumparan

Komentar Anda