Fajar.CO.ID Fajar.CO.ID

 

FAJAR.CO.ID โ€” Video narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pontianak, Kalimantan Barat disiram air got viral di media sosial.

Kepala Lapas Kelas II A Pontianak, Farhan Hidayat, mengatakan, video viral soal napi disiram air got merupakan keinginan dari napi tersebut.

โ€œPenyiraman narapidana dengan air got yang viral di media massa itu murni keinginan dari narapidana yang bersangkutan bersama teman-temannya,โ€ katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/10).

Kinerja Luar Biasa, Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Pabrik Ganja Sintetis di Apartemen

Ditegaskannya, bahwa kasus tersebut dipastikan bukan perisakan (bullying). Namun, murni keinginan dari narapidana untuk membayar nazarnya.

Berdasarkan keterangan para narapidana yang terlibat, hal tersebut merupakan keinginan sendiri untuk membuang sial atau apes. Hal itu juga telah menjadi semacam tradisi apabila upaya hukum yang dilakukan narapidana dikabulkan.

โ€œJadi, intinya tidak ada paksaan dari siapa pun, apalagi seperti yang disangkakan adanya perundungan,โ€ ujarnya.

Kapolrestabes Bandung Pimpin Ekspos Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Narkoba Sebanyak 2 Kg

Meski demikian, petugas Lapas Kelas II A Pontianak menempatkan para warga binaan ke blok isolasi serta menyita ponsel yang dilakukan untuk merekam.

Dijelaskannya, setelah viral video penyiraman narapidana Lapas Kelas IIA Pontianak di media massa, jajaran pemasyarakatan segera menyelidiki hal tersebut.

Hasil pemeriksaan dan pengakuan warga binaan, penyiraman air got tersebut merupakan nazar narapidana atas nama Ersa Bagus Pratama Putra alias Boy. Napi tersebut bernazar setelah terbitnya kasasi dengan perubahan putusan dari hukuman mati menjadi pidana penjara selama 18 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, Ersa mengatakan bahwa penyiraman tersebut atas kemauan sendiri. Penyiraman ini dibantu oleh rekan-rekannya di Lapas Pontianak.

Ia mengaku hal itu karena permohonan kasasinya dikabulkan. Oleh karena itu, penyiraman air got dianggap sebagai sebuah tradisi buang sial. (ant-fin)

Konten Asli

 

Komentar Anda