Kabarbesuki.COM Kabarbesuki.COM

 

KABAR BESUKI – Jagat sosial media baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah kisah viral curhatan seorang ibu di Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang mengeluhkan mencari keadilan untuk tiga anaknya yang diperkosa oleh ayahnya sendiri.

Dalam ceritanya yang tersebar di media sosial, ibu di Luwu ini menceritakan saat ia mencari keadilan ke polisi terkait anaknya yang diperkosa.

Namun saat melaporkan ke polisi, diketahui bernama Lydia ini mengungkap bahwa laporannya iu justru dihentikan.

Baca:

Heboh! Pria Ini Panjati dan Pukuli Patung Garuda Pancasila

Tak hanya itu saja, saat melaporkan kasus pemerkosaan tiga anaknya ini ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Luwu Timur, ia justru dituding mengidap gangguan mental

Menurut ceritanya, mantan suami atau ayah dari tiga anak yang diperkosa ini adalah seorang seorang ASN yang bekerja di kantor dinas pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur.

Seperti dilansir Kabar Besuki dari Instagram @lambeturah_official, inilah kronologi kasus tiga anak di Luwu yang diperkosa oleh ayahnya sendiri dan kesulitan mendapat keadilan.

Oktober 2019

Lydia menceritakan bahwa anak sulungnya sering merasakan sakit pada bagian vagina. Saat mengetahui hal tersebut, Lydia langsung meminta anaknya untuk bercerita. Dengan suara pelan seperti tercekik, anak sulungnya mengatakan bahwa ia telah diperkosa oleh ayahnya.

Baca:

Meski Anaknya Banyak Uang, Rupanya Ini Pekerjaan Ayah Amanda Manopo yang Jarang Diketahui Orang, Gak Nyangka!

Lydia kemudian bertanya kepada dua anak lainnya, kedua anak tersebut juga membenarkan perkataan dari anak sulung Lydia. Sebagai informasi, ketiga anak Lydia ini masih berusia dibawah 10 tahun.

Setelah mengetahui ketiga anaknya diperkosa oleh mantan suaminya, Lydia kemudian mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Luwu Timur dan Polres Luwu Timur.

Namun bukan keadilan yang ia dapat, di kedua institusi ini Lydia justru dituding mengidap gangguan kesehatan mental.

Lydia juga menceritakan bahwa dirinya dipaksa menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ketiga anaknya, tapi ia dilarang membacanya.

Baca:

Istri Tewas Tanpa Busana, Suami Bunuh Diri Sebelum Diinterogasi Polisi

Ia juga mengaku sempat diinterogasi dan dipaksa oleh para penyidik di Polres Luwu Timur untuk menandatangani keterangannya.

“Saya bilang nanti saya tanda tangan setelah ini dilanjutkan, tapi penyidik memaksa saya, dan saya ikut tanda tangan karena sudah siang dan saya mau pulang untuk buat makanan anak-anak,” kata Lydia.

10 Desember 2019

Setelah mendapat laporan dari Lydia mengenai kasus tiga anaknya yang diperkosa, pihak kepolisian justru menghemberika proses penyelidikan atas kasus pencabulan terhadap ketiga anak Lydia.

Saat kasus ini diminta untuk dibuka lagi, Polda Sulsel mendukung hasil penyelidikan anak buah mereka di Luwu Timur.

Kuasa hukum Lydia, LBH Makassar juga menemukan ada sejumlah kejanggalan dari pihak kepolisian dalam menangani kasus ketiga anak Lydia.

Baca:

Banjir Bandang Menerjang, Istri Dengar Jeritan Suami Minta Tolong dalam Sambungan Telefon

Polisi menolak dan mengabaikan beberapa bukti seperti bukti foto dan video luka fisik kekerasan ketiga anak Lydia, pengakuan ketiga anak yang konsisten, serta diagnosis bagian anus dan vagina yang rusak.

“Sangat kelihatan ada keberpihakan polisi Luwu Timur kepada terduga pelaku, kalau sudah ada testimoni anak, harusnya digali bukti-bukti pendukung, kalau di kasus-kasus kekerasan seksual lain yang kami dampingi, biasanya didiamkan oleh polisi, kalau ini malah dibuatkan administrasi pemberhentiannya,” kata Rezky Pratiwi selaku perwakilan LBH Makassar.

Cerita miris Lydia mengenai tiga anaknya yang diperkosa ini juga sempat menduduki trending 1 Twitter. banyak warganet yang turut memviralkan kasus ini agar segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.***

Konten Asli

 

Komentar Anda