Tribunnews.COM Tribunnews.COM

 

TRIBUNNEWS.COM – Taliban memuji para pelaku bom bunuh diri yang tewas selama perang melawan eks pemerintah Afghanistan dan sekutu Barat.

Dilansir Reuters, Taliban bahkan memberikan uang tunai dan menjanjikan tanah kepada keluarga para bomber. 

[Ini diumumkan Kementerian Dalam Negeri pemerintahan Taliban dalam sebuah pernyataan.

Kapolri ke Polda Jajaran: Antisipasi Pertumbuhan Covid-19 dan Maksimalkan Persiapan Event Internasional

Pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sirajuddin Haqqani bertemu dengan para keluarga pembom dalam sebuah acara di Hotel Intercontinental di Kabul pada Senin malam.

Diketahui, itu merupakan lokasi sasaran bom bunuh diri pada 2018 silam.

(https://www.reuters.com/world/asia-pacific/taliban-praise-suicide-bombers-offer-families-cash-land-2021-10-20/)

Sirajuddin Haqqani memuji pembom bunuh diri Taliban di sebuah upacara untuk keluarga mereka di Kabul Inter-Continental Hotel pada 19 Oktober 2021 (Kementerian Dalam Negeri Afghanistan via The Telegraph)
[Haqqani sendiri merupakan tokoh Taliban yang dicap sebagai ‘teroris global’.
Sejumlah foto resmi pertemuan itu dirilis pada Selasa.

Beri Wadah Kebebasan Berekspresi, Polri Gelar Festival Mural Piala Kapolri 2021

Namun wajah Haqqani tidak diperlihatkan secara jelas.

“Dalam pidatonya, menteri memuji jihad dan pengorbanan para syuhada dan Mujahidin dan menyebut mereka pahlawan Islam dan negara,” bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri di Twitter.

Juru bicara Qari Sayeed Khosti mengatakan, keluarga pelaku bom bunuh diri diberi pakaian, uang senilai 10.000 afghani (USD112 atau sekira Rp1,5 juta), dan dijanjikan sebidang tanah.

Sirajuddin Haqqani adalah Menteri Dalam Negeri Afghanistan saat ini dan satu dari dua wakil panglima tertinggi Taliban.

Dia juga merupakan pemimpin jaringan Haqqani setelah ayahnya Jalaluddin Haqqani.

Kelompok militan Haqqani berafiliasi dengan Taliban.

Jaringan Haqqani diyakini intelijen Barat menjadi aktor di balik sejumlah serangan bunuh diri selama Perang Afghanistan.

Sebagai wakil pemimpin Taliban, Haqqani bertanggung jawab atas pertempuan bersenjata melawan pasukan AS dan koalisi.

Pria yang ditetapkan sebagai teroris ini juga merupakan buronan FBI untuk diinterogasi sehubungan dengan serangan di sebuah hotel di Kabul pada 2008.

Ledakan itu menewaskan 6 orang, termasuk satu warga negara AS.

Objektofilia: 8 Kasus Orang Jatuh Cinta dan Menikahi Benda Mati!

Terkait kasus ini, Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan hadiah 10 juta dolar untuk informasi lokasi Haqqani.

](https://www.reuters.com/world/asia-pacific/taliban-praise-suicide-bombers-offer-families-cash-land-2021-10-20/)

Dilansir AP News, pertemuan akbar antara Haqqani dengan keluarga bomber berlangsung di saat Taliban berupaya membuka saluran diplomatik secara global. 

[Janji hadiah untuk pembom bunuh diri menandakan pendekatan yang saling bertentangan dalam kepemimpinan Taliban.

Taliban saat ini mencoba memposisikan diri sebagai penguasa yang bertanggung jawab, yang menjanjikan keamanan dan mengutuk serangan bunuh diri oleh ISIS-K.

Pria Afghanistan memeriksa kerusakan di dalam masjid Syiah di Kandahar, setelah serangan bom bunuh diri saat salat Jumat pada 15 Oktober 2021. (AFP)
[Sayangnya di sisi lain, mereka memuji taktik semacam itu ketika menyangkut pengikutnya.

Duh, Video Porno Tiba-Tiba Nongol saat Ujian Virtual Siswa SMP

Bom bunuh diri dan bahan peledak pinggir jalan adalah taktik yang digunakan Taliban untuk melemahkan pasukan Afghanistan dan AS selama pemberontakan 20 tahun.

Sementara itu, belakangan ISIS-K melakukan serangkaian bom bunuh diri yang menargetkan masjid dan sejumlah lokasi pasca Taliban mengambil alih Afghanistan.

Pemboman itu menewaskan ratusan warga sipil.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Konten Asli

 

Komentar Anda