Polres Kuningan, Jawa Barat telah menetapkan seorang pimpinan pondok pesantren berinisial AH di Desa Cisantana, Kec. Cigugur, Kuningan, telah ditetapkan sebagai tersangka Jumat (31/12/2021) lalu.

Dia ditangkap terkait kasus dugaan pencabulan terhadap 8 santrinya. Di sendiri telah ditahan di Mapolres Kuningan.

Dari video pemeriksaan yang diterima kumparan, AH mengakui perbuatannya. Dia melakukan aksinya di sebuah kamar.

โ€œDi mana melakukannya,โ€ tanya penyidik.

โ€œDi kamar, 3 orang,โ€ jawab tersangka.

Tersangka AH juga menyesali perbuatannya. Dia mengaku tak mengimingi dan mengancam korbannya dengan sesuatu hal.

โ€œSangat menyesal. Sebetulnya enggak ada (diimingi),โ€ jawa tersangka.

Kepada penyidik, tersangka mengaku sudah punya istri dan anak. Korbannya merupakan anak di bawah umur jenis kelamin laki-laki.

โ€œSudah (ada istri),โ€ ujar tersangka.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan keterangan petugas, korban pencabulan anak di bawah umur ini jumlahnya sebanyak 8 orang.

Sebagian besar korban adalah warga dari luar daerah yakni Cirebon.

Adapun pesantren yang menjadi lokasi tindak pidana pencabulan berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan. Peristiwa bejat ini sudah dilakukan tersangka sejak Oktober 2021.

โ€œAwal mula adalah pada Oktober 2021, santri ini dipanggil untuk masuk ke kamar tersangka. Setelah itu, korban dirayu untuk melakukan apa pun yang diminta dengan iming-iming diberikan barang seperti baju koko, parfum dan yang lain,โ€ kata Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Muhammad Hafid Firmansyah dalam keterangan persnya, Jumat (31/12/2021).

 

Sumber: Kumparan

Komentar Anda