Liputan6.COM Liputan6.COM

 

Liputan6.com, Jakarta –Ā Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara menyebut,Ā pemulihan ekonomiĀ nasional dari pandemiĀ Covid-19 membutuhkan dukungan akses keuangan.Ā Akses tersebut baik kepadaĀ pelaku usaha maupun masyarakat secara umum.

SelamaĀ pandemi Covid-19, kegiatan ekonomi masyarakat sangat terbatas untuk mencegah penyebaran. berbagai kebijakan pun dijalankanĀ dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

OJK Terus Jaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

“Berbagai upaya (pembatasan) telah kita lakukan dalam menurunkanĀ positivity rateĀ Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan bagi para pelaku usaha dan masyarakat Indonesia. Untuk mengakselerasi roda perekonomian di masa sulit seperti ini, perluasan akses keuangan masyarakat mutlak diperlukan,” ujarnya dalam Pembukaan Finexpo Bulan Inklusi Keuangan 2021, Senin (18/10/2021).

Adapun, dukungan yang dilakukan OJK untuk memperluas akses keuangan masyarakat ialah melalui peningkatan indeks inklusi keuangan dan literasi keuangan Indonesia. Dengan demikian, diharapkan target tingkat inklusi keuangan nasional 90 persen di tahun 2024 yang dicanangkan Presiden Jokowi bisa dicapai.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur, tingkat inklusi keuangan nasional tahun 2019 adalah 76 persen. Atau berada di atas target sebesar 75 persen,” terangnya.

Konten Asli

 

Komentar Anda