Ubah Stigma Official

Apakah kamu sudah memutuskan untuk mencoba terapi untuk pertama kalinya tetapi tidak tahu harus mulai dari mana? Dengan sumber daya luar biasa yang kita miliki saat ini baik online maupun offline, kamu mungkin menemukan dirimu tersesat dalam berbagai rekomendasi dan arahan.

Simak blog Ubah Stigma kali ini untuk menavigasi langkah-langkah untuk memulai terapi!

Mengidentifikasi Berbagai Jenis Terapi

Sebelum kamu mulai mencari terapis, sebaiknya kamu mengetahui mengapa kamu memutuskan untuk memulai terapi. Apakah untuk menyembuhkan trauma masa lalu? Untuk membantu kamu menavigasi transisi kehidupan? Untuk mempelajari mekanisme koping positif? Atau mungkin alasan-alasan lainnya.

Beredar Lagi Video Gisel Berdurasi 22 Detik dengan Sosok Ini, Tatapannya ke Kamera Jadi Sorotan

Mengetahui ini dari awal penting karena masalah yang berbeda membutuhkan metode terapi tertentu, dan sangat mungkin setiap terapis memiliki spesialisasi terapi yang berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa pendekatan psikoterapi yang umum digunakan:

Terapi psikodinamik: Bentuk perawatan intensif yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun, bermanfaat untuk mengatasi depresi, kecemasan, gangguan makan dan banyak gangguan lainnya.

Terapi perilaku: Terapi berorientasi pada tindakan yang merupakan pilihan bagus untuk mengatasi penyalahgunaan obat-obatan, gangguan obsesif kompulsif, fobia, dan gangguan lainnya.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT): Mirip dengan terapi perilaku, tetapi juga mencakup penanganan pola pikir yang tidak membantu dan disfungsional. CBT biasa digunakan untuk mengobati gangguan mood, kecemasan dan fobia, dan banyak lagi lainnya. Beberapa subtipe CBT termasuk Dialectical Behavioral Therapy (DBT) dan terapi emosi rasional.

IPDA R. Ayyu Miya Ratih Ardhya Garini, S.Tr.K., MH., Sosok Inspirasi Srikandi Indonesia

Terapi humanistik: Pendekatan terapi yang melihat bagaimana pandangan duniamu mempengaruhi pilihan yang kamu buat. Pendekatan ini mencakup terapi eksistensial dan terapi gestalt yang berguna untuk mengatasi masalah kepercayaan diri, efek trauma, dan banyak lainnya.

Menemukan Terapis yang Tepat untuk Kamu

Setelah sebagian besar pertanyaan β€œmengapa” dan β€œapa” sudah kamu jawab, saatnya mencari cara untuk menghubungkan dirimu dengan calon terapis:

Rekomendasi pribadi

Salah satu cara yang pasti adalah dengan meminta rujukan dari teman dan/atau keluarga yang secara pribadi telah menjalani terapi. Meskipun ini adalah tempat yang sangat baik untuk memulai, kamu harus ingat bahwa kamu mungkin memiliki kebutuhan dan tujuan yang berbeda dengan orang yang memberikan rekomendasi.

Viral Wanita Live Jualan Celana Bikin Merinding, Ada yang Gerak Sendiri

Selalu ingat bahwa tidak ada terapis yang cocok untuk semua orang dan masalah. Apa yang berhasil untuk mereka mungkin tidak berhasil untukmu.

Menghubungi organisasi dan grup media sosial

Dengan semakin banyaknya organisasi yang membahas masalah kesehatan mental di berbagai platform media sosial, menghubungi beberapa organisasi yang banyak membahas masalahmu atau kesehatan mental secara umum untuk meminta rekomendasi psikolog, psikiater, dan klinik adalah ide yang baik. Organisasi dan grup ini mungkin memiliki rekomendasi dari kolaborasi dan kemitraan masa lalu dan saat ini.

Dengan daftar terapis yang sekarang sudah kamu miliki, selanjutnya kamu perlu memverifikasi izin praktik mereka sebagai bagian dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Tiga kredensial dari HIMPSI adalah sebagai berikut:

Surat Izin Praktik Psikolog (SIPP): Lisensi yang wajib dimiliki oleh semua psikolog (psikolog klinis, psikolog industri dan organisasi, psikolog pendidikan, dan lainnya) di Indonesia yang dikeluarkan oleh HIMPSI. Kamu dapat mengeceknya di SINI.

Surat Tanda Registrasi (STR): Lisensi yang wajib dimiliki oleh semua psikolog klinis di Indonesia yang dikeluarkan oleh HIMPSI. Kamu dapat mengeceknya di SINI.

Surat Ijin Praktik Psikolog Klinis (SIPPK): Lisensi yang wajib dimiliki oleh semua psikolog klinis di Indonesia yang dikeluarkan oleh HIMPSI. Kamu dapat mengeceknya di SINI.

Memilih terapis yang berpengalaman memang penting, namun tidak kalah pentingnya untuk tetap berpikiran terbuka. Seorang terapis mungkin saja tidak perlu memiliki pengalaman puluhan tahun agar cocok dengan kamu.

Semuanya tergantung pada seberapa nyaman kamu dengan terapismu dan seberapa terbuka dan bisakah kamu menunjukkan sisi rentanmu dengan mereka.

Mempersiapkan Diri untuk Terapi

Untuk mempersiapkan sesi terapi pertamamu, perlu diingat bahwa beberapa sesi pertama adalah untuk membangun hubungan antara kamu dan terapismu. Sebagian besar dari sesi-sesi awal akan membicarakan tentang latar belakangmu dan membuat tujuan bersama serta rencana perawatan kedepannya.

Tidak, kamu tidak harus mulai menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir, terapismu akan memandu kamu sepanjang jalan, tetapi sebaiknya kamu menyisihkan waktu untuk merenungkan apa yang ingin kamu bicarakan selama terapi.

Sesi-sesi pertama ini juga merupakan kesempatan bagimu untuk mengevaluasi dan melihat apakah identitas, nilai-nilai yang dianut, sikap, dan kepribadianmu sejalan dengan mereka karena yang paling penting adalah untuk kamu merasa tervalidasi dan didengar.

Setelah beberapa sesi pertama, kamu mungkin mulai bertanya-tanya apakah terapis ini cocok untukmu atau harus kah kamu beralih ke terapis lain. Pada dasarnya, ini tergantung dengan bagaimana perasaanmu tentang hubungan terapeutik antara kamu dan terapismu.

Meskipun tidak ada jalan yang mulus dan cepat menuju pemulihan dan kamu mungkin tidak akan segera melihat perubahan setelah beberapa sesi pertama, kamu seharusnya sudah mulai merasakan klik dengan terapismu.

Ini sangat penting karena terapi adalah tempat yang aman dan idealnya dibangun oleh hubungan yang berdasarkan pada kepercayaan. Terapi mungkin tidak selalu terasa nyaman saat kamu ditantang dan dibentuk, tetapi harus terasa aman.

Terakhir, ingatlah bahwa memilih terapis adalah urusan yang sangat personal. Tidak ada terapis yang baik untuk semua orang. Kamu harus percaya pada terapis ini dan yakin bahwa dia dapat membantu kamu.

Jadi jangan takut untuk menjadi rentan, jujur, dan ajukan pertanyaan apa pun yang mungkin kamu miliki. Jika terapis pilihan pertamamu ternyata tidak seperti yang kamu harapkan, jangan takut untuk mengakhiri hubungan dan mencoba terapis-terapis lain. Ketahuilah bahwa kamu tidak perlu berkomitmen sampai kamu benar-benar merasa nyaman.

Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, semakin banyak terapis yang sekarang memberikan sesi terapi online. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang beberapa aplikasi yang menawarkan terapi online, lihat blog kami dari minggu lalu!

Komentar Anda