Kumparan.COM Kumparan.COM

Perebut lelaki orang alias pelakor kini menjadi faktor utama penyebab suami istri berujung ke perceraian. Bahkan, kebanyakan pasutri tidak bisa mempertahankan rumah tangga mereka saat mengalami permasalahan tersebut.

Nah, hal inilah yang dilakukan oleh seorang mahasiswi di Malaysia. Dengan alasan penelitian di salah satu mata kuliahnya, mahasiswi yang bersangkutan menjadi pelakor untuk mengetahui penyebab para suami tidak rukun dengan istri hingga memutuskan selingkuh.

Wanita Pergoki Suami Selingkuh dengan Guru Anaknya, Ratusan Video di Hotel Jadi Bukti

Dari postingan yang diunggah oleh akun Facebook Viral Muafakat Johor, seorang mahasiswi jurusan syariah blak-blakan bahwa dirinya kini tengah melakukan penelitian. Anehnya, ia menjadi pelakor hingga berpacaran dengan beberapa suami orang.

“Salam min. Saya merupakan pelajar jurusan syariah . Sekarang ini, saya sedang pacaran dengan beberapa orang suami orang untuk dijadikan sebagai ‘unknown respondents’ dalam kajian saya. Kajian saya adalah berkaitan kecurangan suami dalam rumah tangga,” bunyi keterangan di postingan tersebut.

“Kebanyakan suami yang saya pilih adalah merupakan pekerja di sekitar Kuala Lumpur, perwira tentara, pemadam kebakaran, penegak hukum, akuntan, dan lain-lain,” lanjutnya.

Satpol PP Razia Pasangan Selingkuh Tanpa Busana di Kamar Kost

Begitulah pengakuan mahasiswi tersebut hingga mengejutkan publik di dunia maya. Bayangkan saja, seorang wanita rela menjadi pelakor dan merusak rumah tangga orang lain untuk memuluskan penelitiannya.

Ilustrasi pelakor merebut suami orang. Foto: Shutterstock.
Menurut pengakuan mahasiswi tersebut, ia berpacaran dengan sejumlah suami orang selama seminggu. Selain itu, metode penilitiannya tersebut juga mengajak para suami berkencan hingga jalan-jalan.

Uniknya, para suami yang ia kencani rata-rata mengaku senang memiliki orang ketiga. Lebih anehnya, sebanyak 80 persen suami disebut mulai jatuh cinta kepadanya setelah seminggu berpacaran. Bahkan, ia mengaku telah diberi barang berupa HP hingga kartu SIM untuk berkomunikasih.

“Caraku bekerja adalah kenalan selama seminggu dan pergi bersama dua kali. Sebelum itu, saya ingin meminta maaf jika suami tersebut mungkin suami saudari. 80% respondenku mulai jatuh cinta kepada saya dan mengajakku menikah walaupun masa perkenalannya hanya seminggu. Ada juga yang mau beli HP baru dan kartu SIM untuk menghubungi saya,” ceritanya lagi.

Dalam penelitiannya itu, mahasiswi yang bersangkutan juga menemukan sejumlah penyebab para suami menyukai hingga mengajak pelakor untuk menikah. Menurutnya, kurangnya kasih sayang dan hubungan intim yang dilakukan menjadi penyebab sejumlah suami selingkuh.

Tidak hanya itu saja, setelah berpacaran dengan sejumlah suami orang, mahasiswi tersebut juga mengungkapkan bahwa kebanyakan istri terlalu sibuk bermain media sosial. Selain itu, ia juga menyebut penampilan istri juga mempengaruhi gairah suami hingga mencari wanita lain.

“Secara keseluruhannya, saya menyimpulkan tentang penyebab suami selingkuh dengan pelakor; istri terlalu sibuk dengan media sosial sehingga melupakan suami, istri sudah tidak kelihatan cantik dan tidak terurus, istri tidak mau melayani nafsu batin suami, istri sudah tidak hormat pada suami, bercakap di rumah pun ‘aku & kau’ dan perempuan di luar lebih menggoda,” tulisnya lagi.

Itulah hasil penelitian mahasiswi yang diduga kuliah di Kuala Lumpur tersebut. Namun, anehnya, setelah melakukan penelitian itu, mahasiswi yang bersangkutan malah mengaku tengah berpacaran dengan seorang lelaki alias suami orang.

Hal inilah yang menyebabkan mahasiswi tersebut dikecam publik. Pasalnya, penelitiannya itu dianggap hanya alasan semata untuk merusak rumah tangga orang yang ujung-ujungnya membuat dirinya menjadi pelakor.

Tak ayal, semenjak diunggah di Facebook pada Rabu, (27/10/2021), para warganet tertawa hingga mengecam penelitian yang dilakukan mahasiswi tersebut dengan memacari suami orang. Artinya, mahasiswi itu ternyata ujung-ujungnya jatuh cinta dengan salah seorang suami orang yang menjadi objek penelitiannya.

“Mahasiswa jurusan syariah. Apakah tidak ada cara lain untuk belajar? Saya pikir jika saya mengatakan ini tentang Hukun Hakam, saya pasti akan tahu itu bahkan sekalipun kuliah jurusan syariah,” tulis @Zuhaida Ismail.

“Omong kosong. Kamu mempermalukan jurusan syariah. Untungnya aku tidak mengenalnya, jika tidak aku sangat ingin mengirim tamparan untuk memberinya pelajaran,” sahut @Suria Salleh.

“Kamu hebat sekali hahaha,” timpal @Hafiz Hassan. (fre)

 

Sumber: Kumparan

Komentar Anda