Merdeka.COM Merdeka.COM

 

Mantan pegawai fungsional pada Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupi (KPK), Juliandi Tigor Simanjuntak punya aktivitas baru setelah disingkirkan dari lembaga antirasuah karena dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Dia kini banting setir menjadi pedagang nasi goreng pinggir jalan.

Pria yang akrab disapa Bang Tigor ini sudah tiga pekan menggeluti profesi barunya sebagai penjual nasi goreng pinggir jalan. Dengan gerobak sederhana, dia menyewa pelataran pertokoan di pinggir di pinggir Jalan Raya Hankam, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Lapaknya buka mulai sore sampai malam hari.

Di warungnya, Tigor tidak sendirian. Dia dibantu dua koleganya untuk menyajikan nasi goreng rempah buatannya kepada pelanggan.

Tigor bercerita, membuka usaha nasi goreng setelah nonaktif di KPK. Kegiatannya sehari-hari membaca buku, serta bermain media sosial, salah satunya menonton youtube. Dari situ lah, ide muncul untuk membuka usaha nasi goreng.

“Kondisinya enggak menentu, kita diproyeksikan bulan Oktober sudah diputus pekerjaan. Artinya saya berusaha mencari solusi dalam konteks itu,” kata Tigor kepada wartawan di lapaknya, Senin (11/10) malam.

Ia memilih nasi goreng karena mudah dibuat dan banyak peminatnya. Hampir semua orang pernah mengonsumsi makanan asli Indonesia ini. Membuat nasi goreng juga tidak sulit, seperti membuat masakan lainnya.

“Artinya saya berusaha mencari sesuatu yang enggak ribet. Itu sih salah satu alasannya,” kata dia.

Eks pegawai KPK, Novel Baswedan mengunjungi warung Bang Tigor.Β©2021 Merdeka.com/Adi Nugroho

Tak ada resep khusus nasi goreng buatannya. Ia menyebut, semuanya dipelajari lewat internet, terutama aplikasi video. Untuk membedakan dengan nasi goreng lainnya, Tigor bereksperimen, yaitu mencampurkan rempah-rempah ciri khas Indonesia.

“Saya kombinasikan beberapa menu,” kata Tigor.

Harga nasi goreng Tigor juga bersaing dengan nasi goreng pinggir jalan maupun keliling. Paling mahal Rp13 ribu. Menu yang disediakannya nasi goreng rempah ayam krispi, telur bakso, telur sosis, teri, hati ampela. Semuanya memakai rempah-rempah.

“Masak nasi goreng hobi yang dulunya sulit waktu masih kerja di KPK, bisa saya munculkan kembali,” ucap Tigor.

Konten Asli

 

Komentar Anda