INews.ID INews.ID

 

KUALA LUMPUR, iNews.id – Siswa kelas 2 SMP di Kuala Lumpur, Malaysia, dikejutkan dengan munculnya video porno saat mengikuti ujian secara virtual di Google Meet, Kamis (14/10/2021). Film dewasa itu tiba-tiba muncul di awal ujian.

Menurut keterangan orangtua, meminta namanya tak dipublikaskan, kepada Free Malaysia Today (FMT), insiden itu terjadi saat ujian desain dan teknologi (RBT). Begitu adegan hubungan seksual muncul, guru RBT meminta semua siswa keluar dari kelas virtual kemudian ujian dilanjutkan melalui formulir online.

Ibu dan Korban Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Menginap di Rumah Aman

Hal yang membuat heran orangtua, para siswa dan guru tidak tahu siapa yang membagikan video itu. Namun mereka curiga ini dilakukan oleh pihak yang menjadi host.

“Kami tidak yakin bagaimana bisa terjadi. Kami kira kelas (Google Meet) mungkin diretas. Beberapa orangtua di grup WhatsApp menyarankan mereka yang punya bukti tangkapan layar agar melapor polisi,” kata perempuan orangtua siswa.

Dalam pembicaraa di grup WhatsApp orangtua mengatakan tayangan video porno merupakan kasus besar dan pelakunya bisa dijerat Undang-Undang Tahun 2017 tentang Pelecehan Seksual terhadap Anak serta Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia Tahun 1998.

“Moral anak-anak kita sedang dihancurkan. Saya berharap guru melapor polisi dan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC). Jika terbukti ada siswa terlibat, mereka harus ditindak,” ujarnya.

Ada pula orangtua yang meminta guru selaku administrator kelas virtual untuk lebih ketat menyaring para peserta guna memastikan tak ada penyusup. Orangtua lainnya meminta agar ada wali murid yang diperbolehkan memantau ujian.

Teknologi Power Bank Raksasa Bisa Hemat Biaya Tagihan Listrik Rumah 4 Kali

Sementara itu guru RBT mengatakan kepada FMT, insiden itu terjadi setelah ada siswa yang membagikan tautan ke rekannya di Google Meet.

“Kami akan mengambil tindakan. Guru BK dan saya sedang mencari orang yang menggunakan link untuk masuk kelas kami dan bisa mendeteksi siapa yang masuk dan yang meninggalkan kelas,” kata guru perempuan tersebut.

Konten Asli

 

Komentar Anda