Efek pandemi Covid-19 membuat pengiriman mobil-mobil supermewah terhambat. Halangan ini justru membuat banyak orang-orang superkaya atau crazy rich tidak sabar dalam memiliki mobil-mobil supermewah itu. Alhasil saat ini terjadi fenomena dimana para crazy rich justru mengalihkan perhatian mereka kepada mobil-mobil supermewah dalam kondisi bekas.

Hal ini terjadi karena waktu tunggu pengiriman mobil-mobil supermewah memang cukup lama. Dilaporkan Bloomberg waktu tunggu pengiriman bisa mencapai 6 bulan. Bahkan bisa lebih lama tergantung negara yang dituju terkena pengetatan pengiriman karena pandemi Covid-19 atau tidak.

Pemilihan mobil supermewah dalam kondisi bekas jadi menarik karena memang para crazy rich langsung mendapatkan mobil tersebut. Mereka tidak perlu menunggu lama seperti membeli mobil baru.

Gerry Sphan, Communication Head Rolls-Royce North America mengatakan sebelum masa pandemi penjualan mobil bekas Rolls-Royce sangat kecil. Namun belakangan ini penjualan mobil supermewah bekas meningkat drastis. Dia mengatakan penjualan dari Januari hingga Mei mobil-mobil supermewah bekas meningkat 150 persen.

Dia mengatakan Rolls-Royce North America memiliki program penjualan mobil bekas tersertifikasi bernama Provenance-Pre Owned. “Dulu hanya satu yang bisa terjual sekarang meningkat sangat tinggi,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi di McLaren belakangan ini. Memang penjualannya tidak setinggi Rolls-Royce namun cukup menggembirakan karena mencapai 2 persen dibandingkan penjualan mobil bekas McLaren tahun sebelumnya. Hanya saja menurut Nic Brown, Acting President McLaren North America harga mobil bekas McLaren saat ini tengah tinggi-tingginya.

Hal itu terjadi karena banyak orang yang berupaya membeli mobil bekas buatan McLaren. “Harga McLaren 765LT Coupe saatini bisa meningkat 40 persen, dan itu menurut saya sangat mengagetkan,” jelasnya.

Sementara Bentley mengatakan yang terjadi pada mereka kurang lebih sama. Hanya saja bedanya yang membeli mobil bekas Bentley justru adalah orang-orang superkayabaru yang memang terlalu lama menahan uang mereka. Jadi karena tidak dibelanjakan otomatis tabungan mereka bertambah semasa pandemi Covid-19.

 

Sumber: SINDONews

Komentar Anda