Jakarta: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Selatan (Jaksel) meningkatkan pengawasan terhadap pesantren, madrasah, dan lembaga keagamaan agama lainnya. Peningkatan pengawasan untuk mengantipasi kasus pelecehan seksual.

“Kalau masuknya unsur keagamaan itu tanggung jawab Kemenag,” kata Kepala Kantor Kemenag Jaksel, Taufik, di kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jaksel, Senin, 13 Desember 2021.

Pernyataan Taufik sekaligus merespons mencuatnya kasus pemerkosaan oleh pimpinan Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan terhadap 21 santri. Belakangan, Manarul Huda Antapani disebut-sebut bukan pesantren.

“Kalau boarding school itu bukan wilayah dari Kemenag, tapi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” kata Taufik.

Menjelaskan pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap pesantren yang terdaftar di Kantor Kemenag Jaksel. Dia memerinci sejauh ini, ada 22 pesantren terdaftar di Kantor Kemenag Jaksel. Pengawasan dilakukan melalui inspeksi bulanan.

“Ada juga forum pesantren dan forum lainnya. Jadi kami adakan rapat dan selalu berkoordinasi,” kata Taufik.

Setiap pesantren yang terdaftar juga wajib memenuhi standar yang ditentukan Kemenag. Namun, dia mengakui terdapat pesantren di Jaksel yang belum terdaftar di Kantor Kemenag Jaksel.

“Kalau ada yang belum terdaftar itu adalah tugas kami memantau. Kondisi-kondisi yang sekarang itu ya oknum-oknum mengatasnamakan agama,” kata Taufik. [Red]

 

sumber: Medcom_id

Komentar Anda