Jakarta: PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) anak perusahaan PT GMF AeroAsia Tbk sekaligus bagian dari Garuda Indonesia Group melakukan inovasi agar mampu bertahan selama pandemi covid-19. Dengan dampak pandemi yang dirasakan oleh seluruh sektor ekonomi, memaksa GDPS untuk mencari peluang melalui inovasi.

“Kami tidak hanya harus tetap bertahan tetapi juga dituntut untuk terus tumbuh. Konsekuensinya, kami harus fokus mencari peluang untuk optimalisasi biaya, meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui inovasi,” kata CEO PT GDPS Mohamad Arif Faisal dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Desember 2021.

GDPS adalah perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas ketenagakerjaan namun tidak terbatas pada kegiatan keamanan, penyedia jasa gedung, jasa kebersihan dan keamanan, serta Business Process Outsourcing (BPO). Saat ini, GDPS mengelola sekitar 80 ribu tenaga kerja dengan lebih dari 40 jenis pekerjaan di 55 kota di seluruh Indonesia.

Selama pandemi covid-19, GDPS mengembangkan inovasi rekayasa sirkulasi udara di ruang tertutup (indoor air engineering) bernama Beyond Fresh. Ia menjelaskan, sistem sirkulasi udara untuk menekan risiko penularan covid-19 di dalam ruangan ini diadopsi dari teknologi ruangan kabin pesawat terbang jenis terbaru.

“Teknologi ini kemudian diterapkan untuk menata udara di ruangan tertutup seperti di rumah sakit, perkantoran, dan perumahan. Beyond Fresh sudah diuji di laboratorium Kementerian Kesehatan. Hasilnya, dapat mematikan hingga 98,97 persen virus dan bakteri yang ada dalam ruangan,” ujar dia.

Atas inovasi ini, Mohamad Arif Faisal meraih penghargaan dalam ‘BUMN Branding & Marketing Award 2021’ untuk kategori The best CEO of Business Innovation. Event tahunan ini dilaksanakan untuk memberikan penghargaan kinerja branding dan marketing kepada perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN.

“Ini merupakan apresiasi atas inovasi perusahaan dan optimalisasi kinerja PT GDPS di tengah pandemi covid-19. Penghargaan ini juga merupakan hasil dari kerja keras seluruh karyawan GDPS dan merupakan bukti bahwa GDPS selalu berusaha memberikan kinerja terbaik melalui inovasi terbaru,” ungkapnya.

Menurut Arif, teknologi Beyond Fresh semula dirancang oleh pakar penerbangan Indonesia untuk menonaktifkan aerosol pembawa virus dengan menggunakan sinar UV-C, penyaringan virus melalui HEPA filter, dan pengaturan sirkulasi udara sesuai standar ACH. Bahkan teknologi HEPA yang dipasang di pesawat efektif menangkap 99,99 persen partikel, termasuk virus di udara.

Oleh karena itu, GDPS menilai, Beyond Fresh sangat tepat untuk diterapkan di rumah sakit ataupun gedung dengan ruangan tertutup lain, khususnya selama pandemi covid-19. Beyond Fresh yang dikembangkan oleh GDPS diklaim menjadi solusi efektif bagi rumah sakit untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang memenuhi Standar Baku Mutu Mikrobiologi Udara.

“Hal ini membuat GDPS tergerak untuk mendukung perjuangan tenaga Kesehatan dalam memerangi covid-19 dengan mendorong penggunaan Beyond Fresh sebagai inovasi teknologi tata udara yang sehat di rumah sakit. Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 mengenai Kesehatan Lingkungan di Rumah Sakit,” pungkas dia. [Red]

 

Sumber: Medcom

Komentar Anda