Kumparan.COM Kumparan.COM

 

Brigadir NP atau Niki Pomdah, oknum polisi yang membanting mahasiswa saat aksi demo di Kabupaten Tangerang ditahan Ditpropam Polda Banten di sel khusus mulai hari Jumat (15/10).

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat menggelar konferensi pers di hadapan awak media, di kantornya.

Kapolresta Tangerang: Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo Memburuk, Hoaks

Menurut Shinto, Brigadir NP sudah menjalani pemeriksaan secara maraton oleh Divisi Propam Mabes Polri dan Ditpropam Polda Banten sejak hari Kamis (14/10) kemarin.

“Penanganan dan pemeriksaan terhadap Brigadir NP sudah diambil alih Ditpropam Polda Banten. Dan merupakan kesungguhan dan keseriusan kami, bahwa guna kepentingan pemeriksaan dan pemberkasan saat ini saudara Brigadir NP ditempatkan di ruang tahanan khusus Ditpropam Polda Banten selama 7 hari, yaitu 2 hari pertama dan dapat diperpanjang 5 hari berikutnya,” kata Shinto.

Disampaikan Shinto, sampai saat ini status Brigadir NP masih sebagai terduga pelanggar. Meski begitu, diakui pihaknya sudah menemukan fakta-fakta untuk mendukung pemeriksaan terhadap Brigadir NP.

Polisi Banting Mahasiswa, Ini Alasan Brigadir NP

“Kami sampaikan bahwa persangkaan kepada dirinya (Brigadir NP) berlapis. Artinya bisa dengan pasal satu aturan internal, bisa juga menggunakan aturan internal yang lain. Nanti kami sampaikan tentang pasalnya setelah pemberkasan selesai,” ungkapnya.

Diketahui, Brigadir NP merupakan oknum polisi yang membanting seorang mahasiswa bernama Faris saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang, beberapa waktu lalu.

Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang diΒ kum.pr/surveinews

Konten Asli

 

Komentar Anda