Kompasiana.COM Kompasiana.COM

 

Viral tayangan di YouTube perihal perlakuan dan tindakan kurang baik yang dilakukan seorang Artis Baim. Korban adalah seorang kakek berusia 70 tahun bernama Kakek Suhud.

Foto diambil dari tayangan Kompas. TV

Awal kejadian, seperti di kutip dari Kompas TV, si kakek mengikuti Baim dan berharap mendapat hadiah uang. Namun Baim menganggap kakek tersebut seorang pengemis sehingga terlontar kata-kata yang kurang pantas.

menunjukkan ketidaksukaan Baim akhirnya dibalas dengan mempertontonkan mrmberi uang pada sekumpulan abang ojol di hadapan lansia tersebut.

Bukan Pemerkosaan, Polri Sebut Kasus di Luwu Timur Dugaan Pencabulan

Tak dipikirkan oleh Baim, bahwa ternyata yang dianggap pengemis itu ternyata seorang penjual buku-buku juz amma.

Menariknya, tayangan tersebur dijadikan konten di akun YuTub si artis yakni Bapau aliaa Baim Paula dengan 19 juta pelanggan (subscriber).

Jumlah yang fantastis untuk pemilik konten meraup keuntungan dari penjualan konten meski ada pihak (korban) yang dalam tanda kutip ” tersisih dan terhina”.

Citra sederhananya adalah penilaian dan pandangan orang terhadap seseorang dari apa yang tampak dari luar.

Ketika Baim Wong kerap memposting konten bagi – bagi uang (entah itu milik pribadi ato milik sponsor,kita juga ngga ada yang tau), dia sedang membangun citra sebagai artis soleha nan dermawan di negeri ini.

Dia menciptakan label itu sendiri dan menginginkan harapan yang sama dari warga terhadap dirinya.

Abu Janda Sebut Fadli Zon Ikan Buntel yang Minta Densus 88 Dibubarkan

Karena status dia sebagai publik figur dan 19 juta subscribernya betasal dari Sabang sampai Merauke, tentu harapannya bisa menjangkau khalayak yang lebih luas dan lebih besar.

Konsekuensi dari citra yang dibangun lewat konten bertema sedekah, akan lebih banyak warga berharap bisa kecipratan uang gratis Β dari nya meski jumlahnya juga relatif.

Jadi apakah salah seorang lansia berunur 70 tahun menyasar dirinya dan mengikuti demi berharap sedekah? Bukankah itu salah satu konsekuensi dari citra yang dibangun nya?

Mungkin ibarat hampir sama dengan seorang perempuan muda yang mencitrakan dirinya seksi dan memggoda, sehingga kerap berbusana minim dan transparan meski naik angkutan umum.

Bila suatu saat seorang penumpang pria tak sengaja menyenggol maaf, bokongnya, apakah dia harus marah? Mungkin iyaa itu salah,ngga boleh, tapi siapa suruh selalu begitu begitu terus pakaiannya.

Apa kira kira tujuan si wanita? Mau menarik perhatian orang lain, tapi ngga siap dengan resiko nya. Weleh – weleh…

Polda Banten Cari Polisi Yang Banting Peserta Demo Saat Hut Tanggerang,Pastikan Akan Beri Sanksi

Pernahkah Anda berpikir, mengapa seorang YouTuber atau artis memposting konten begituan? Apakah untuk menunjukkan mereka dermawan?

Apakah mereka benar-benar dermawan? Apakah itu uang mereka sendiri atau uang sponsor dari yang diuntungkan dari konten mereka?

Lalu coba Anda hitung, berapa total uang yang mereka berikan dengan pemasukan yang didapatkan?

Apakah mereka rugi? Ataukah meteka untung? Lantas, bila sebegitu dermawan nya, berapa banyak warga yang bisa mereka bantu?

Prinsip ekonomis adalah dengan pengeluaran seminimal mungkin namun mendapatkan keuntungan sebesar – besar nya.

Tentu ada modal yang dikeluarkan (diluar popularitas si artis), namun seorang pebisnis kreatif semacam YouTuber dengan pelanggan ribuan ato jutaan, sudah berhitung untung dan rugi

Viral, Polisi Banting Mahasiswa hingga Terkapar Saat Demo di Pemkab Tangerang

Ini pertanyaan yang sifatnya lebih ke intropkesi diri. Ada nilai spiritual dan humanis yang sifatnya pribadi pada masing- masing kreator konten semacam YouTuber, apalagj kreatornya artis.

Apakah ada nilai kebaikan dari sebuah tayangan bertema berbagi? Atau ada unsur komersial dan keuntungan dengan mendramatisasi konten demi menarik animo penonton terkait citra kreator.

Sangatlah berbahaya bila citra yang sudah setinggi menara harus runtuh ketika si pembuat citra abai pada konsekuensinya.

Konten Asli

 

Komentar Anda