PALEMBANG – Bripka IS (35) meminta maaf kepada instansi Polri dan masyarakat Sumsel atas kasus perselingkuhan yang telah membuat kegaduhan di masyarakat.

Permintaan maaf itu disampaikan oleh Bintara Polres Lahat itu melalui kuasa hukumnya, Redho Junaidi.

“Kegaduhan ini sedikit banyak karena perbuatan klien kami. Maka dari itu, Bripka IS menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” kata Redho.

Menurutnya, Saat ini Bripka IS sedang menjalani sanksi disiplin yang dijatuhkan Propam Polda Sumsel. Di sisi lain, Redho pun mengklarifikasi adanya dugaan pemerkosaan atau paksaan yang dilakukannya kliennya kepada IN (20), istri dari narapidana kasus narkoba di Lapas Tanjung Batu, Ogan Ilir, berinisial FP (59).

Bripka IS mengakui menjalin hubungan asmara dengan IN. Hal itu pun terjadi atas dasar suka sama suka, dan tanpa adanya pemaksaan.

“Kabar yang beredarkan adanya paksaan fisik maupun psikis serta ancaman. Kami tegaskan itu tidak benar, tidak ada paksaan atau semacamnya,” katanya.

Pernyataan itu pun dibuktikan oleh Bripka IS di sidang disiplin, di mana dirinya menyertakan video maupun foto-foto kedekatan mereka berdua. “Ada harmonisasi antara mereka. Jadi tidak tepat bila dikatakan ada paksaan atau pemerkosaan dalam hubungan mereka,” katanya.

Selain itu, saat menjalin hubungan asmara, Bripka IS sudah berulang kali menanyakan status pernikahan IN, yang bersangkutan pun menyakinkan ke Bripka IS bahwa dirinya sudah menjanda.

“Ada juga rekaman suara dari FP. Isinya talak cerai kepada IN sebagai istri sirinya. Makanya klien kami mau menjalin asmara dengan IN,” katanya.

Kasus ini terjadi atas dasar kekhilafan Bripka IS karena telah menjalin hubungan dengan IN. Sebab, sebenarnya ia juga sudah memiliki istri sah. “Tapi terkait hal ini istri sah klien kami sudah memaafkannya,” katanya.

Bripka IS juga masih menunggu itikad baik dari IN maupun FP atas berbagai kabar yang sudah terlanjur beredar dan memojokkan dirinya telah berselingkuh.

“Kami pertimbangkan dulu apakah nanti akan melakukan langkah hukum atau tidak,” katanya. [Red]

 

Sumber: Okezone

Komentar Anda