PALEMBANG, iNews.id – Oknum dosen Universitas Sriwijaya yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pelecehan mahasiswi Fakultas Ekononi (FE) mengajukan penangguhan penahanan. Oknum berinisial ini hingga kini belum mengakui perbuatannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, penahanan tersebut bukan merupakan bentuk hukuman, melainkan untuk mempercepat dan mempermudah proses penyidikan. Terkait pengajuan penangguhan penahanan, sudah diterima dan masih dalam pertimbangan.

“Permohonan tersebut sudah kita baca, kita pertimbangkan. Masih dipertimbangkan oleh penyidik, tentu harus melalui pertimbangan untuk memutuskannya,” katanya, Selasa (14/12/2021).

Meski hingga saat ini R tetap merasa tidak bersalah, Hisar memastikan penyidik memiliki bukti yang kuat untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka.

β€œDalam pembuktian itu, kesaksian tersangka berada di paling bawah. Dalam proses lidik, kita tidak mengejar pengakuan tersangka. Memang sampai saat ini dia tidak mengaku. Tapi penyidik punya pembuktian yang kuat,” katanya.

Sebelumnya, Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) tersangka pelecehan seksual bakal mengajukan penangguhan penahanan. Melalui Kuasa Hukumnya, Ghandi Arius, merasa tidak bersalah dalam kasus tersebut.

Menurut Ghandi, meski kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya tetap akan melaporkan sejumlah orang yang dinilai mempolitisasi dan membesar-besarkan pelaporan kasus ini.

“Pak R akan tetap melaporkan, mintanya begitu. Karena dia merasa ada upaya-upaya pihak ketiga yang mendorong agar tambah kisruh, salah satunya seperti diisukan melarikan diri dan lainnya. Padahal itu tidak ada sama sekali. Tidak menutup kemungkinan korban juga, karena kita mencari keadilan,” tuturnya. [Red]

 

Sumber: iNews

Komentar Anda